Minggu, 24 Juni 2018

Mengenal Ciri Anak Alergi Susu

Memiliki anak tentu para orang tua ingin agar anaknya dapat tumbuh dengan sehat dan menjadi kuat. Pertumbuhan anak yang sehat menjadi kebanggan para orang tua. Terutama jika perkembangan anak sesuai dengan tumbuh kembang normal anak pada umumnya. Oleh karenanya, sebagai orang tua senantiasa berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya. Termasuk nutrisi yang baik untuk anak-anak agar dapat tumbuh dengan sempurna dan juga kuat. Menjadikan anak tumbuh sehat dengan kuat dan cerdas merupakan dambaan para orang tua. Sehingga sebagai orang tua berusaha untuk memberikan gizi dari sumber yang terbaik. Salah satunya adalah dari susu. Akan tetapi tidak semua anak bisa meerima susu sapi dengan mudah. Ada beberapa anak alergi susu sapi terutama sehingga sama sekali tidak bisa mengkonsumsi susu sapi sebagai salah satu sumber nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Ada beberapa hal yang harus anda ketahui sebagai orang tua perihal anak alergi susu sapi.  Terutama anda harus mengenali beberapa ciri umum dari alergi susu sapi pada anak. Berikut penjelasannya:

  • Ketika anak mengkonsumsi susu sapi akan langsung muncul reaksi alergi berupa ruam pada kulit. Reaksi pada kulit ini tentu saja merupakan bentuk penolakan tubuh anak terhadap protein susu sapi yang sama sekali tidak dapat diterima oleh tubuh anak. Oleh karenanya kulit anak akan seketika itu juga muncul reaksi berupa ruam dan yang sejenisnya. Reaksi penolakan langsung berupa ruam kulit ini biasanya terjadi jika kadar alergi pada anak sudah sangat parah. Sehingga tubuh anak akan langsung memberikan reaksi penolakan.
  • Munculnya masalah pencernaan. Permasalahan pencernaan ini menjadi salah satu bentuk penolakan yang standart pada tubuh anak. Biasanya ketika  tubuh anak menolak sebuah isolat protein susu sapi, maka saluran pencernaannya akan langsung memberikan reaksi seperti rasa mual. Selain rasa mual biasanya reaksi pada pencernaan anak juga berupa diare dan berbagai gangguan pencernaan lainnya. Sehingga ketika anak mengkonsumsi protein susu sapi pencernaannya akan langsung memberikan reaksi penolakan berupa gangguan sistem pencernaan.
  • Reaksi berikutnya adalah munculnya gejala pilek mendadak. Gejala ini muncul karena sistem kekebalan tubuh anak belum siap sama sekali menerima protein susu sapi. Sehingga pada saat sistem kekebalan tubuh anak sama sekali tidak siap menerima kehadiran susu sapi, ketika anak dipaksa mengkonsumsi susu sapi maka sistem kekebalan tubuh anak akan langsung mengalami penurunan demi menghalau protein susu sapi yang dikonsumsinya dan sama sekali tidak dikenali sebagai zat yang bermanfaat untuk tubuh anak. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, maka reaksinya adalah munculnya gejala pilek yang datang secara mendadak.


Sebenarnya apabila dikenali sejak awal, maka anak alergi susu sapi bisa diatasi dengan baik. Penanganan yang serius pada kasus alergi pada anak mampu membantu anak untuk merasa tertolong berkat penanganan yang lebih baik. Ketika penanganan terhadap kasus alergi tersebut tidak dilakukan dengan baik akan membantu anak untuk bisa melakukan beberapa antisipasi serius untuk proses persiapan agar gejala yang muncul tidak begitu parah. Reaksi alergi pada anak ketika tertangani dengan baik setidaknya anak bisa tetap menerima protein dari sumber lainnya jika gejala alergi dikenali sejak awal. Salah satu gejala yang sangat parah dari alergi pada susu sapi yang harus diwaspadai adalah gangguan  pernafasan. Gangguan pernafasan tersebut biasanya mecerminkan  tingkat keparahan dari alergi yang dialami anak. Munculnya reaksi alergi pada sistem pernafasan gejalanya seperti sesak nafas. Anak yang mengalami sesak nafas tentunya akan sangat merasa terganggu dengan nafasnya yang sama sekali tidak lancar sebab alergi pada susu sapi.

Sebagai orang tua yang bijaksana setelah mengenali reaksi dan ciri-ciri anak alergi susu sapi, maka orang tua harus mencarikan nutrisi pengganti yang kadarnya sama dengan kadar protein pada susu sapi. Kadar protein susu sapi sebenarnya bisa saja digantikan dengan bahan-bahan makanan lainnya yang juga memiliki manfaat untuk meningkatkan kemampuan tumbuh kembang anak. Nutrisi pengganti dari berbagai sumber yang diberikan pada anak sangat membantu orang tua memastikan kecukupan gizi makanannya tercukupi dengan baik. Tidak hanya mengganti protein susu sapi dengan jenis protein ari bahan makanan lainnya yang direkomendasikan untuk anda lakukan. Namun memperhatikan dan menjaga baik-baik sistem kekebalan tubuh anak agar senantiasa dalam keadaan yang cukup baik. Minimal dengan bekal sistem kekebalan tubuh anak yang semakin meningkat akan sedikit memberikan pertolongan untuk menjaga tubuh anak dari bahaya penyakit dari luar dan juga menambah daftar panjang alergi yang mungkin muncul pada anak. Kemunculan pemicu dan juga faktor lainnya menyebabkan tingkat kekambuhan alergi bisa semakin sering. Jadi minimal jika anda menemukan anak anda dengan ciri tersebut di atas sebaiknya anda langsung konsultasikan hal ini pada dokter agar penanganannya bisa segera terlaksana dengan baik.
Load disqus comments

0 komentar