Senin, 13 Agustus 2018

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Dengan Gaji Pas Pasan

Besar kecilnya gaji seringkali berpengaruh terhadap tutorial mengelola yang cocok jadi Kamu bisa terhindar dari kondisi defisit keuangan. Apalagi apabila gaji Kamu tergolong fixed income atau gaji bulanan masih dengan kebutuhan nasib yang seringkali naik turun. Bagi yang bergaji kecil, mereka bakal kesusahan menyimpan uang untuk berbagai faktor semacam: sertaa darurat, anggaran kuliah, sertaa pensiun, membeli mobil, serta sebagainya. Bahkan sering ada yang kehabisan uang pada pertengahan bulan. Faktor tersebut mungkin saja terjadi dampak mereka tak bisa mengelola gaji bulanan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan keuangan rumah tangga.

Setiap keluarga tentu mempunyai rencana untuk masa depannya semacam: liburan, mempunyai rumah serta mobil sendiri, sampai anggaran kuliah anak, serta sertaa pensiun. Rencana tersebut memerlukan uang yang tak sedikit, sedangkan mencari tambahan penghasilan bukan sesuatu yang mudah. Untuk itulah Kamu membutuhkan berbagai tutorial untuk mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil supaya rencana yang telah disusun tersebut bisa tercapai. Untuk lebih mudahnya, simak uraian 13 tutorial atur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil berikut ini.

1.Bagilah ke berbagai rekening
Sebelum menikah bunda saya sempat memberi nasihat apabila kami menerima uang belanja bulanan atau gaji bulanan dari suami maka masukkan ke dalam berbagai amplop supaya uangnya tak bocor ke mana-mana. Misal uang belanja bulanan dibagi menjadi 5 amplop, amplop pertama berisi uang arisan, amplop kedua berisi uang tagihan listips serta air, amplop ketiga berisi uang untuk bayar SPP sekolah anak, amplop keempat berisi uang bayar asuransi serta investasi serta amplop kelima berisi uang untuk kebutuhan sehari-hari. Itu hanyalah suatu  contoh saja sebab kebutuhan bulanan setiap orang tak sama. Bila tutorial tersebut terlalu sederhana atau tak lebih aman sebab wajib disimpan di rumah maka kami bisa membaginya ke berbagai rekening bank. Tutorial tersebut juga sempat diajarkan oleh seorang Perencana Keuangan yaitu Bapak Aidil Akbar Madjid dalam bukunya yang berjudul Manajemen by Amplop.

2. Sisihkan selembar sehari
Meskipun kami hanya seorang bunda rumah tangga tentunya kami mempunyai keinginan atau impian umpama ingin membeli gadget atau barang favorit. Daripada merepotkan suami maka kami bisa menyisihkan selembar sehari dari uang belanja. Umpama sehari bisa mengumpulkan Rp 20.000 maka bila dikumpulkan selagi sebulan menjadi Rp 300.000 serta setahun menjadi Rp 3.600.000 telah bisa membeli gadget baru tanpa wajib merepotkan suami. Tidak hanya itu seorang bunda rumah tangga wajiblah sadar investasi,sebetulnya tak butuh modal besar untuk berinvestasi lumayan dengan modal sedikit kami telah bisa berinvestasi di reksa sertaa dengan hasil yang sangat memuaskan. Tahukah kamu bahwa dengan menyisihkan Rp 300.000 per bulan dari hasil menyisihkan selembar sehari dengan cara selalu di produk reksa sertaa saham (anggapan return 20% per tahun) selagi 10 tahun maka uang itu bakal menjadi tak lebih lebih sebesar Rp 2,1 miliar.

3. Merubah kegemaran menjadi penghasilan
Profesi bunda rumah tangga merupakan profesi yang membutuhkan waktu 24 jam non stop serta tanggung jawab yang berat. Bila seorang bunda rumah tangga ingin meningkatkan penghasilan tanpa wajib bekerja di luar rumah salah satu caranya merupakan merubah kegemaran menjadi suatu  penghasilan. Untuk memperkenalkan barang atau jasa hasil karya kita, pakailah kecanggihan tekhnologi sekarang semacam memperkenalkan lewat media sosial. Tidak hanya melewati media sosial kami juga bisa memperkenalkan terhadap kerabat dekat kami supaya mau menggunakan jasa atau membeli barang hasil karya kami sendiri, bila butuh berilah diskon. Jadikanlah orang-orang terdekat kami sebagai konsumen awal.

4. Ajak pasangan untuk berdiskusi persoalan finansial
Libatkan suami atau pasangan Kamu dalam mengelola keuangan keluarga. Gunakan waktu yang cocok untuk ngobrol finansial. Serta tak sedikit para suami menyerahkan semua urusan keuangan keluarga terhadap istrinya selaku menteri keuangan di dalam keluarga. Menurut saya meluangkan waktu sejenak setiap bulan untuk ngobrol atau berdiskusi santai mengenai keuangan keluarga bisa meminimalisasi pertengkaran atau kesalahpahaman.
Load disqus comments

0 komentar